" Bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan diriku sendiri. "


Minggu, Mei 30, 2010

Bakteri Menguntungkan & Bakteri Merugikan

Bakteri Menguntungkan

  1. Escherichia coli : membusukkan makanan di usus besar & menghasilkan vitamin K
  2. Rhizobium & Azotobacter: menyuburkan tanah
  3. Lactobacillus casei: untuk pembuatan keju
  4. Acetobacter: untuk mengubah alkohol menjadi asam cuka
  5. Acetobacter xylinum digunakan dlm proses pembuatan nata de coco yg terbuat dari air kelapa.
  6. Lactobacillus bulgaricus :digunakan dlm proses pembuatan susu asam(yoghurt).
  7. Psedomonas denitrificans dapat menghasilkan vitamin B12.
  8. Pediococcus cerevisiae, berperan dlm mengolah daging menjadi sosis
  9. Streptococcus lactis dan S. cremonis, berperan dlm mengolah susu menjadi keju dan mentega
  10. Lactobacillus citrovorum :untuk memberi aroma pd mentega dan keju
  11. Streptomyces griceus dpt menghasilkan antibiotik streptomisin.
  12. Streptomyces aureofasien dpt menghasilkan antibiotik aureomisin.
  13. Bacillus brevis dpt menghasilkan antibiotik triotrisin.
  14. Bacillus subtilis dpt menghasilkan antibiotik basitrasin.
  15. Bacillus polymyxa dpt menghasilkan antibiotik polymixin.


Bakteri Merugikan

Bakteri perusak makanan

Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya:

  1. Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan

  2. Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek

  3. Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan

Bakteri denitrifikasi

Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah

  1. Micrococcus denitrificans
  2. Pseudomonas denitrificans.

Bakteri patogen

Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.

Bakteri penyebab penyakit pada manusia:

  1. Salmonella typhosa , penyakit yang ditimbulkan adalah Tifus
  2. Mycobacterium leprae , penyakit yang ditimbulkan adalah Lepra
  3. Haemophilus influenza , penyakit yang ditimbulkan adalah Influensa
  4. Clostridium tetani , penyakit yang ditimbulkan adalah Tetanus

Bakteri penyebab penyakit pada hewan:

  1. Bacillus anthracis , penyakit yang ditimbulkan adalah Antraks
  2. Streptococcus agalactia , penyakit yang ditimbulkan adalah Mastitis pada sapi (radang payudara)
  3. Actinomyces bovis , penyakit yang ditimbulkan adalah Bengkak rahang pada sapi

Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan:

  1. Pseudomonas solanacaerum , penyakit yang ditimbulkan adalah Penyakit layu pada famili terung-terungan
  2. Erwinia amylovora, , penyakit yang ditimbulkan adalah Penyakit bonyok pada buah-buahan.
  3. Xanthomonas oryzae , penyakit yang ditimbulkan adalah Menyerang pucuk batang padi
Lanjut membaca “Bakteri Menguntungkan & Bakteri Merugikan”  »»

Alga ( Protista Mirip Tumbuhan )


Alga biasanya berupa fitoplankton yang hidup melayang di dalam air. Akan tetapi ada pula alga yang hidup di dasar perairan. Ilmu yang mempelajari alga disebut fikologi.

1. Klasifikasi Alga

Alga yang hidup melayang – layang di permukaan air disebut neuston, sedangkan yang hidup di dasar perairan disebut bersifat bintik. Alga yang bersifat bintik digolongkan menjadi :

a. Epilitik (hidup di atas batu)

b. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)

c. Epipitik (melekat pada tanaman)

d. Epizoik (melekat pada hewan)

Berdasarkan habitatnya di perairan, alga dibedakan atas :

a. Alga subaerial, yaitu alga yang hidup di daerah permukaan

b. Alga intertidal, yaitu alga yang secara periodik muncul di permukaan karena naik turunnya air akibat pasang surut

c. Alga sublitoral, yaitu alga yang hidup di bawah permukaan air

d. Alga edafik, yaitu alga yang hidup di dalam tanah

Beberapa jenis alga dapat bersimbiosis dengan organisme lainnya. Misalnya, Chlorella sp. Hidup bersama Paramecium, Hydra, atau Mollusca; alga Platymonas sp. Hidup bersama cacing pipih Convoluta roscoffensis.

Alga da yang bersel tunggal (uniseluler), membentuk koloni berupa filamen (kumpulan sel berbentuk benang) atau koloni yang tidak membentuk filamen. Alga uniseluler ada yang dapat bergerak atas kekuatan sendiri (motil) dan ada yang tidak dapat bergerak (nonmotil). Alga uniseluler yang yang mikroskopis tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebaliknya, dada alga yang membentuk koloni berupa filamen yang berukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Sel yang terletak paling bawah pada filamen membentuk alat khusus untuk menempel pada batu, batang pohon, pasir, atau lumpur. Alat tersebut dinamakan pelekap. Koloni alga yang tidak membentuk filamen umumnya berbentuk bola atau pipih tanpa pelengkap.

2. Reproduksi Alga

Alga bereproduksi melalui dua cara yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi secara aseksual terjadi melalui pembelahan sel, fragmentasi, dan pembentukan zoospora. Reproduksi secara seksual terjadi melalui isogami dan oogami.

a. Reproduksi Aseksual

Reproduksi aseksual terjadi melalui pembelahan sel menghasilkan dua sel anak yang masing – masing akan menjadi individu baru. Reproduksi dengan cara pembelahan sel umumnya terjadi pada alga bersel tunggal. Alga berbentuk koloni tanpa filamen atau yang berbentuk filamen umumnya bereproduksi melalui fragmentasi. Fragmentasi adalah terpecah – pecahnya koloni menjadi beberapa bagian.

Selain melalui pembelahan sel dan fragmentasi, alga juga dapat bereproduksi melalui pembentukan zoospora. Zoospora merupakan sel tunggal yang diselubungi oleh selaput dan dan dapat bergerak atau berenang bebas dengan menggunakan satu atau lebih flaagela. Setiap zoospora merupakan calon individu baru.

b. Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual melibatkan peleburan dua gamet untuk membentuk zigot dan tumbuh menjadi individu baru. Terdapat dua tipe reproduksi seksual, yaitu isogami dan oogami.

Pada tipe isogami, gamet jantan dan gamet betina berukuran sama besar dan umumnya dapat bergerak. Jika zigot hasil peleburan gamet betina dengan jantan mengalami dormansi, maka disebut zigospora.

Pada tipe oogami, ukuran gamet jantan berbeda dengan ukuran gamet betina. Gamet betina atau telur berukuran besar dan tidak bergerak, sedangkan gamet jantan berukuran kecil dan dapat bergerak. Jika zigot yang terbentuk tidak berkecambah tetapi mengalami dormansi,maka disebut oospora.

3. Kelompok – Kelompok Alga

Alga memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu, alga juga memiliki pigmen lain yang dominan. Berdasarkan dominansi pigmennya, alga dapat dibedakan menjadi alga cokelat, alga merah, alga keemasan, diatom, dan alga hijau.

a. Alga Cokelat (Phaeophyta)

Warna alga cokelat ditimbulkan oleh adanya pigmen cokelat (fukosantin) yang secara dominan menyelebungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. Selain fukosantin, alga cokelat juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a, klorofil c, violasantin, b-karoten, dan diadinosantin.

Alga cokelat merupakan alga yang memiliki talus terbesar dibandingkan jenis alga lainnya. Pada kondisi yang sesuai, Macrorystis sp. Atau alga cokelat raksasa dapat mencapai panjang 100 meter dan kecepatan tumbuh mencapai 15 cm per hari. Alga cokelat yang sering ditemukan di tepi pantai sedang mengalami fase diploid dari siklus hidupnya.

1) Ciri – ciri alga cokelat

- Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Berbentuk tegak, bercabang, atau filamen tidak bercabang.

- Memiliki kloroplas tunggal. Ada kloroplas yang berbentuk lempengan diskoid (cakram) dan ada pula yang berbentuk benang.

- Memiliki pirenoid yang terdapat di dalam kloroplas. Pirenoid merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan yang terdapat pada alga ini berupa laminarin.

- Bagian dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antarsel terdapat asam alginat (algin)

- Mempunyai jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan transportasi pada tumbuhan darat

2) Habitat

Alga cokelat umumnya hidup di air laut, terutama laut yang bersuhu agak dingin dan sedang. Hanya ada beberapa jenis alga cokelat yang hidup di air tawar.

Di daerah subtropis, alga cokelat hidup di daerah intertidal, yaitu daerah litoral sampai sublitoral. Di daerah tropis, alga cokelat biasanya hidup di kedalaman 220 meter pada air yang jernih.

3) Cara hidup

Alga cokelat bersifat autotrof. Fotosintesis terjadi di helaian yang menyerupai daun. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ke tangkai yang menyerupai batang.

4) Peranan alga cokelat dalam kehidupan

Alga cokelat bermanfaat bagi industri makanan dan farmasi. Algin (asam alginat) yang merupakan bagian koloid dari alga cokelat digunakan dalam pembuatan es krim, pil, tablet, sales, obat pembersih gigi, losion, dan krem sehabis bercukur. Selain itu, alga cokelat digunakan untuk makanan ternak dan sebagai pupuk karena kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi sedangkan fosfornya rendah.

5) Reproduksi

Reproduksi pada alga cokelat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan pembentukan zoospora berflagela dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual terjadi secara oogami atau isogami. Reproduksi seksual alga cokelat hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat tinggi. Contohnya adalah reproduksi pada Fucus vesiculosus,. Selain berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi, Fucus vesiculosus juga berkembang biak dengan cara seksual dengan oogami.

Proses oogami adalah sebagai berikut. Ujung lembaran talus yang fertil membentuk reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat pembiak. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang mengandung anteridium yang menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid) dan oogonium yang menghasilkan sel telur dan benang – benang mandul (parafisis)

Anteridium berupa sel – sel berbentuk jorong yang terletak rapat satu sama lain pada filamen pendek bercabang – cabang yang muncul dari dasar dan tepi konseptakel. Tiap anteridium menghasilkan 64 spermatozoid.

Oogonium berupa badan yang duduk di atas tangkai. Oogonium jumlahnya sangat banyak dan tiap ooganium mengandung 8 sel telur. Akan tetapi, hanya 40 % dari sel telur yang dapat dibuahi dan hanya 1 atau 2 dari setiap 100.000 spermatozoid dapat membuahi sel telur. Zigot lalu membentuk dinding selulosa dan pektin, kemudian melekat pada suatu substrat dan tumbuh menjadi individu baru yang diploid.

Contoh alga cokelat, antara lain :

a) Fucus serratus

b) Macrocystis pyrifera

c) Sargassum vulgare

d) Turbanaria decurrens

Sargassum merupakan genus dengan anggota lebih dari 150 spesies. Alga ini banyak terdapat di perairan tropis dan subtropis, misalnya lautan Atlantik sebelah barat, yaitu laut Sargasso.

Sargassum muticum adalah salah satu contoh gulma laut yang berasal dari Jepang. Saat ini, alga tersebut sudah tersebar di pantai barat Amerika Utara dan Inggris.

Ciri – ciri Sargassum :

a) Bentuk talus seperti pohon

b) Batang utama pipih, mempunyai bagian seperti daun di sisi samping

c) Kantong udara berbentuk bulat

d) Reseptakel mempunyai modifikasi cabang yang berbentuk bulat

e) Konseptakel terdapat di ujung cabang – cabang

f) Hidup di daerah litoral dan sublitoral

g) Hidup melayang di air atau melekat pada substrat

Sargassum yang hidup melayang tidak dapat berreproduksi secara seksual tetapi dapat melakukan fragmentasi.

b. Alga Merah (Rhodophyta)

Alga merah berwarna merah sampai ungu, tetapi ada juga yang lembayung atau kemerah – merahan. Kromatofora berbentuk cakram atau lembaran dan mengandung klorofil a, klorofil b, serta karortenoid. Akan tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoeritrin sebagai pigmen utama yang mengadakan fluoresensi. Jenis Rhodophyta tertentu memiliki fikosianin yang memberi warna biru.

1. Ciri – ciri alga merah

a). Talus berupa helain atau berbentuk seperti pohon. Banyak alga merah yang tubuhnya dilapisi kalsium karbonat

b). Tidak memilik flagela

c). Dinding sel terdiri dari komponen yang berlapis-lapis. Dinding sel sebelah dalam tersusun tersusun dari mikrofibril, sedangkan sel sisi luar tersusun dari lendir. Komponen kimia mikrofibril terutama adalah xilan, sedangkan komponen kimia dinding mikrofibril luarnya adalah manan. Dinding sel alga merah mengandung polisakarida tebal dan lengket yang bernilai komersial.

d). Memiliki pigmen fotosintetik fikobilin dan memiliki pirenoid yang terletak di dalam kloroplas. Pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau hasil asimilasi. Hasil asimilasinya adalah sejenis karbohidrat yang disimpan dalam bentuk tepung fluorid, fluoridosid (senyawa gliserin dan galaktosa), dan tetes minyak. Tepung fluorid jika ditambah iodium menunjukkan warna kemerah – merahan.

2. Cara hidup

Alga merah umumnya bersifat autotrof. Akan tetapi ada pula yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya bersifat parasit pada alga lain.

3. Habitat

Alga merah umumnya hidup di laut yang dalam, lebih dalam daripada tempat hidup alga cokelat. Sepertiga dari 2500 spesies yang telah diketahui, hidup diperairan tawar dan ada juga yang hidup di tanah. Biasanya organisme ini merupakan penuysun terumbu karang laut dalam.

Alga merah berperan penting dalam pembentukan endapan berkapur, baik di lautan maupun di perairan tawar.

4. Reproduksi

Alga merah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pembentukan dua anteridium pada ujung – ujung cabang talus. Anteridium menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatium. Gametangium betina disebut Karpogonium yang terdapat pada ujung cabang lain.

Karpogonium terdiri dari satu sel panjang. Bagian karpogonium bawah membesar seperti botol, sedangkan bagian atasnya membentuk gada atau benang dan dinamakan trikogen. Inti sel telur terdapat di bagian bawah yang membesar seperti botol.

Lanjut membaca “Alga ( Protista Mirip Tumbuhan )”  »»

Aparatus GolGi

Aparatus golgi

Ditemukan oleh : Camillo Golgi pada tahun 1898. Merupakan organel yang bermembran dan terdapat pada hamper semua sel, dan biasanya menempati daerah tertentu dari sel.

Struktur apparatus golgi:

  1. Berbentuk lamel-lamel seperti cakram gepeng
  2. Setiap apparatus golgi terdiri dari 5-10 lamel dengan celah pemisah 20 nm
  3. Pada setiap lamel mempunyai sejumlah lubang yang berisi vesikel kecil
  4. Membran apparatus golgi tebalnya sekitar 7,5 nm
  5. Setiap lemel mempunyai dua permukaan yakni :
    1. peermukaan luar yang cembung, “permulaan yang immature” disebut juga “forming face” adalah permukaan pembentukan dimana permukaan ini menerima vesikel
    2. permukaan dalam yang cekung, “permukaan yang matur” merupakan permukaan pendewasaan dimana disini vesikel dilepas.

Permukaan immature dari apparatus golgi biasanya berhadapan dengan RE kasar untuk menerima vesikel peralihan (vesikel pemindah) yang berisi hasil sintese protein dari RE kasar, dan masuk ke dalam apparatus golgi.

Sifat apparatus golgi :

  1. Dengan pewarnaan rutin H.E tidak terlihat tetapi daerah dimana apparatus golgi terdapat terlihat kosong sebab ap.golgi tidak mengambil warna, daerah ini disebut : “negative golgi image”.
  2. Pewarnaan khusus :

-impregnasi AG

-osmium tetraoksida (OSO4)

Fungsi aparatus golgi :

  1. Fungsi utama adalah “memodifikasi produk sekresi”
  2. Sintese membrane
  3. Berperan dalam proses “sekresi”. Sekresi lipoprotein pada sel hepatosit
  4. Berperan dalam pembuatan prohormon.
  5. Tempat penyimpanan sekret.
  6. Umumnya bekerja sama dengan RE dalam memproduksi lisosom dan mengandung enzim aktif

Aparatus Golgi menyelesaikan, menyortir, dan mengirim produk sel.


Setelah meninggalkan RE, banyak vesikula transport berpindah ke aparatus golgi. Kita dapat membayangkan golgi ini sebagai pusat manufaktur, pergudangan, penyortiran, dan pengiriman. Di sini, produk RE dimodifikasi dan disimpan, dan kemudian dikirim ke tujuan lain. Tidak mengejutkan, jika apparatus golgi ini sangat banyak dalam sel yang terspesialisasi untuk sekresi.

Aparatus golgi terdiri dari kantung membran yang pipih sisterne yang tampak sebagai tumpukan roti pita ( roti bulat dan datar dari Timur Tengah ). Suatu sel dapat memiliki beberapa tumpukan seperti ini. Membran setiap sisterne dalam satu tumpukan memisahkan ruangan internalnya dari sitosol. Vesikula yang berkonsentrasi di sekitar aparatus golgi terlibat dalam transfer materi di antara golgi dan struktur lainnya.

Aparatus golgi memiliki polaritas yang jelas, dengan membran sisterne pada ujung – ujung yang berlawanan merupakan suatu tumpukan yang berbeda ketebalan dan komposisi molekulernya. Kedua kutub tumpukan golgi disebut sebagai muka cis dan muka trans; yang masing – masing bertindak sebagai bagian penerima dan pengirim pada aparatus golgi. Muka cis biasanya terletak di dekat RE. Vesikula transpor memindahkan materi dari RE ke golgi. Vesikula yang bertunas dari RE akan menambah membrannya dan kandungan lumen (rongga)-nya ke muka cis dengan bergabung (berfusi) dengan membran Golgi. Muka trans menghasilkan vesikula yang akan tercabut dan pindah ke tempat lain.

Produk RE biasanya dimodifikasi selama berpindah dari kutub cis ke kutub tans golgi. Protein dan fosfolipid membran mungkin saja berubah. Misalnya, berbagai enzim golgi memodifikasi bagian oligosakarida glikoprotein. Ketika pertama kali ditambahkan pada protein di RE, oligosakarida dari seluruh glikoprotein adalah identik. Golgi membuang sebagian monomer gula dan menggantinya dengan yang lain, menghasilkan bermacam – macam oligosakarida.

Disamping kerja finishing-nya, aparatus golgi memproduksi makromolekulnya sendir. Banyak polisakarida yang disekresi oleh sel merupakan produk golgi, termasuk asam hialuronat, substansi lengket yang membantu merekatkan sel – sel hewan. Produk golgi yang akan disekresi itu keluar dari muka trans golgi di dalam vesikula transpor yang akhirnya berfusi dengan membrane plasma.

Sebelum aparatus golgi mengirim produknya dengan membuat tunas vesikula dari muka trans, Golgi menyortir produk ini dan mengarahkan produknya untuk berbagai bagian sel. Etiket identifikasi molekuler, seperti gugus fosfat yang telah ditambahkan ke produk golgi, membantu dalam penyortiran. Dan vesikula transpor yang bertunas dari golgi dapat memiliki molekul eksternal pada membrannya yang mengenali “ tempat pertautan “ pada permukaan organel yang spesifik.

Lanjut membaca “Aparatus GolGi”  »»

Rabu, Maret 25, 2009

SISTEM PERNAPASAN

Organ Pernapasan
Organ pernapasan terdiri dari :
1. Hidung
2. Faring
3. Laring
4. Trakea
5. Bronkus
6. Paru-paru

1. Hidung
Hidung atau naso atau nasal merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang ( kavum nasi ), dipisahkan oleh sekat hidung ( septum nasi ). Di dalamnya terdapat bulu - bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung.
1. Bagian luar dinding terdiri dari kulit
2. Lapisan tengah terdiri dari otot - otot dan tulang rawan
3. Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat - lipat yang dinamakan karang hidung
( konka nasalis ), yang berjumlah 3 buah :
a. Konka nasalis inferior ( karang hidung bagian bawah )
b. Konka nasalis media ( karang hidung bagian tengah )
c. Konka nasalis superior ( karang hidung bagian atas )
Diantara konka ini terdapat 3 buah lekukan meatus yaitu meatus superior (lekukan bagian atas), meatus medialis (lekukan bagian tengah) dan meatus inferior (lekukan bagian bawah). Meatus - meatus inilah yang dilewati oleh udara pernapasan, sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak, lubang ini disebut koana. Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas, ke atas rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranasalis, yaitu maksilaris pada rongga rahang atas, sinus frontalis pada rongga tulang dahi, sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji dan sinus etmoidalis pada rongga tulang tapis.
Pada sinus etmoidalis, keluar ujung - ujung saraf penciuman yang menuju ke konka nasalis. Pada konka nasalis terdapat sel - sel penciuman, sel tersebut terutama terdapat di bagian atas. Pada hidung di bagian mukosa terdapat serabut saraf atau reseptor dari saraf penciuman (nervus olfaktorius).
Di sebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit - langit terdapat satu lubang pembuluh yang menghubungkan rongga tekak dengan rongga pendengaran tengah. Saluran ini disebut tuba auditiva eustaki yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan laring. Hidung juga berhubungan dengan saluran air mata disebut tuba lakrimalis.
Fungsi Hidung :
1. Bekerja sebagai saluran udara pernapasan
2. Sebagai penyaring udara pernapasan yang dilakukan oleh bulu - bulu hidung
3. Dapat menghangatkan udara pernapasan oleh mukosa
4. Membunuh kuman yang masuk, bersama udara pernapasan oleh leukosit yang terdapat
dalam selaput lendir ( mukosa ) atau hidung

2. Faring
Tekak atau faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan, terdapat di bawah dasar tengkorak, di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Hubungan faring dengan organ - organ lain : ke atas berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang yang bernama koana; ke depan berhubungan dengan rongga mulut, tempat hubungan ini bernama istmus fausium; ke bawah terdapat 2 lubang; ke depan lubang laring; ke belakang lubang esofagus. Di bawah selaput lendir terdapat jaringan ikat, juga di beberapa tempat terdapat folikel getah bening. Perkumpulan getah bening ini di namakan adenoid. Di sebelahnya terdapat 2 buah tonsil kiri dan kanan dari tekak. Di sebelah belakang terdapat epiglotis ( empang tenggorok ) yang berfungsi menutup laring pada waktu menelan makanan.
Rongga tekak dibagi dalam 3 bagian :
1. bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana disebut nasofaring
2. bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring
3. bagian bawah sekali dinamakan laringofaring

3. Laring
Laring atau pangkal tenggorok merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara, terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di bawahnya. Pangkal tenggorok itu dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang disebut epiglotis, yang terdiri dari tulang - tulang rawan yang berfungsi pada waktu kita menelan makanan menutupi laring.
Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain :
1. Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun (Adam's Apple), sangat jelas terlihat pada pria
2. Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker
3. Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin
4. Kartilago epiglotis (1 buah)
Laring dilapisi oleh selaput lendir, kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh sel epitelium berlapis. Pita suara ini berjumlah 2 buah: di bagian atas adalah pita suara palsu dan tidak mengeluarkan suara yang disebut dengan ventrikularis; di bagian bawah adalah pita suara yang sejati yang membentuk suara yang disebut vokalis, terdapat 2 buah otot. Oleh gerakan 2 buah otot ini maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara (rima glotidis) dapat melebar dan mengecil, sehingga di sini terbentuklah suara.
Proses pembentukan suara :
Terbentuknya suara merupakan hasil dari kerja sama antara rongga mulut, rongga hidung, laring, lidah dan bibir. Pada pita suara palsu tidak terdapat otot, oleh karena itu pita suara ini tidak dapat bergetar, hanya antara kedua pita suara tadi di masuki oleh aliran udara maka tulang rawan gondok dan tulang rawan bentuk beker tadi diputar. Akibatnya pita suara dapat mengencang dan mengendor dengan demikian sela udara menjadi sempit atau luas.
Pergerakan ini dibantu pula oleh otot-otot laring, udara yg dari paru - paru dihembuskan dan menggetarkan pita suara. Getaran itu diteruskan melalui udara yang keluar masuk. Perbedaan suara seseorang bergantung pada tebal dan panjangnya pita suara. Pita suara pria jauh lebih tebal daripada pita suara wanita.

Trakea
Trakea atau batang tenggorok merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 sampai 20 cincin yang terdiri dari tulang - tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda ( huruf C ). Sebelah dalam diliputi oleh selapu lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia, hanya bergerak ke arah luar. Panjang trakea 9 - 11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos.
Sel - sel bersilia gunanya untuk mengeluarkan benda - benda asing yang masuk bersama - sama dengan udara pernapasan. Yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.

Bronkus
Bronkus atau cabang tenggorok merupakan lanjutan dari trakea, ada 2 buah yang terdapat pada ketinggian vertebra torakalis IV dan V, mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis set yang sama. Bronkus itu berjalan ke bawah dan ke samping ke arah tampuk paru - paru. Brokus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri, terdiri dari 6 - 8 cincin, mempunyai 3 cabang. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping dari yang kanan, terdiri dari 9 - 12 cincin mempunyai 2 cabang. Bronkus bercabang - cabang, cabang yang lebih kecil disebut bronkiolus ( bronkioli ). Pada bronkioli tak terdapat cincin lagi, dan pada ujung bronkioli terdapat gelembung paru / gelembung hawa atau alveoli.

Paru - paru
Paru - paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli ini terdiri dari sel - sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya lebih kurang 90 m2. Pada lapisan ini terjadi pertukaran udara, O2 masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan oleh darah. Banyaknya gelembung paru - paru ini kurang lebih 700.000.000 buah ( paru - paru kiri dan kanan ).
Paru - paru di bagi dua : Paru - paru kanan, terdiri dari 3 lobus ( belah paru ), lobus pulmo dekstra superior, lobus media, dan lobus inferior. Tiap lobus tersusun oleh lobulus. Paru - paru kiri, terdiri dari pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior. Tiap - tiap lobus terdiri dari belahan








Lanjut membaca “SISTEM PERNAPASAN”  »»

Jumat, Desember 19, 2008

Virus

Virology

Virology adalah ilmu yang mempelajari virus dan protein seperti virus yang dikenal sebagai makhluk hidup yang paling kecil.

  • Virus berukuran 20 250 nm.
  • Virus biasanya dapat dilihat dengan mikroskop electron.
Sebagai parasit intraselular obligat, virus tidak mampu melakukan metabolisme sendiri dan hanya bisa berproduksi dalam sel inang.
  • Inang yang diinfeksi antara lain bakteri, sel tumbuh-tumbuhan, sel hewan, sel manusia dan sel pada kultur jaringan.
  • Virus yang menginfeksi manusia dapat menyebabkan penyakit seperti AIDS, cacar air, hepatitis dan polio.
Virus memiliki komposisi yang unik.
  • Beberapa virus hanya terdiri dari asam nukleat yang membawa kode genetiknya dan virus lain hanya terdiri dari protein tanpa asam nukleat.
  • Virus DNA terdiri dari DNA.
  • Virus RNA terdiri dari virus RNA.
  • Prions adalah molekul virus yang besar yang mengandung protein yang tersusun dalam bentuk filamen atau fibril.
Morfologi virus
Morfologi virus lebih sederhana dari morfologi bakteri.
Partikel virus mempunyai inti berbentuk batang yang terdiri dari asam nukleat. Selaput inti berupa protein yang disebut kapsid. Selaput (envelope) yang diperoleh dari membran sel inang berfungsi untuk melindungi kapsid virus dari antigen inang.
  • Virus yang mempunyai mempunyai selaput cenderung lebih resisten terhadap sistem imun inang.
  • Virus tanpa envelope umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan.
Partikel virus disebut virion.
  • Virion bisa berbentuk kubus, bulat, ikosahedral atau heliks.
  • Virion juga tersusun dalam bentuk yang lebih kompleks yang terdiri dari beberapa bentuk yang disebutkan di atas.
Inang virus
Virus menempel di reseptor spesifik pada sel inang.
  • Kemampuan virus untuk menginfeksi organisme tergantung kepada jenis dan tersedianya reseptor pada sel inang.
Virus tumbuhan hanya cenderung menginfeksi tumbuhan dan virus hewan hanya cenderung menginfeksi hewan, hal ini disebabkan oleh sifat reseptor tersebut.
  • Reseptor merupakan protein pada permukaan sel.
Setelah virus memasuki sel inang melalui reseptor, virus mengambil ahli metabolisme sel inang dan menggunakan komponen sel inang untuk memproduksi partikel virus yang baru.
  • Virus DNA diproduksi secara langsung. Sel inang membentuk komponen virus dari instruksi genetik virus DNA.
  • Virus RNA menginduksi pembentukan mRNA atau enzim transkriptase untuk mencetak RNA virus menjadi DNA yang digunakan oleh sel inang.
Virus yang dihasilkan kemudian dikeluarkan dari sel inang dan menularkan infeksi aktif. Pada hewan dan manusia, pelepasan partikel virus tersebut mendorong sistem imunitas untuk melepaskan interferon dan membentuk antibodi.
Lama inkubasi virus yang menyebabkan penyakit berkisar antara berhari-hari sampai bertahun-tahun.
  • Beberapa infeksi, seperti penyakit gondok, cacar air mempunyai masa inkubasi beberapa hari, sedangkan HIV tidak menimbulkan gejala selama 5-10 tahun.
  • Laten atau infeksi dengan waktu yang lama bisa terjadi.
1) Infeksi ini memiliki periode tanpa gejala yang diikuti oleh munculnya gejala kembali.
2) Virus laten yang diaktivasi kembali akan menyebabkan reproduksi virus baru.

Prion
Prions merupakan glikoprotein dengan berat molekul (BM) 30.000.
  • Partikel ini merupakan agen infeksi yang paling kecil yang bisa menyebabkan penyakit.
  • Partikel ini sangat resisten terhadap panas, sinar ultraviolet dan senyawa kimia yang dapat membunuh virus lain.
Berbentuk filamen atau fibril
Prion pertama kali dikenal pada domba yang mempunyai penyakit "scrapie".

Cara identifikasi
Prion dapat diidentifikasi melalui penyakit yang disebabkan seperti "kuru" dan "scrapie".
Mikroskop elektron berguna untuk mendeteksi adanya prion dalam sel yang terinfeksi. Prion dapat diwarnai dan diamati dengan mikroskop cahaya.

Kegunaan
Infeksi akut oleh prion hampir selalu fatal.
Infeksi laten oleh prion mempunyai masa inkubasi beberapa bulan sampai beberapa tahun.

Klasifikasi Prion
1) Prions menginfeksi hewan dan manusia melalui penularan dari individu yang terinfeksi.
2) Partikel ini menyerang sistem saraf pusat yang mengakibatkan menggigil, penyakit saraf tepi, gila dan kematian.
3) Prions menyebabkan scrapie pada domba dan tupai dan menyebabkan kuru, penyakit Jakob –Creutzfeldt, serta penyakit Gerstmann-Straussler-Schwinker pada manusia.
Lanjut membaca “Virus”  »»

Bakteri

Bakteri memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

· Bersel satu sangat sederhana
· Prokariotik
· Kandungan kromosomnya haploid (n)
· Tidak memiliki klorofil
· Hidup secara autotrof/heterotrof
- Autotrof secara fotoautotrof dan kemoautotrof
- Heterotrof secara saprofit dan parasit
· Dapat membentuk endospora, yaitu dengan :
- Vegetatif secara membelah diri
- Generatif secara konjugasi
· Mempunyai beberapa macam bentuk sel, yaitu:
- Bulat (coccus) dan variasiny
- Batang (bacillus) dan variasinya
- Spiral dan variasinya

· Tidak memiliki beberapa organel seperti; nukleolus, badan golgi, mitokondria, retikulum endoplasma.
· Ada yang mempunyai alat gerak berupa flagel dan ada yang tidak
· Memerlukan kelembapan yang tinggi (kira-kira 85%) untuk kehidupannya.

Bakteri terbagi atas 2 kelompok, yaitu Eubacteria dan Archaebacteria.
Eubacteria adalah bakteri yang sesungguhnya, yaitu bakteri yang dikenal selama ini dalam kehidupan manusia, baik yang autotrof maupun heterotrof (saprofit seperti Escherichia coli, Lactobacillus bulgaricus dan parasit penyebab penyakit).

Archaebacteria adalah kelompok bakteri yang tidak mengandung peptidoglikan pada dinding selnya. Selain itu membran plasmanya mengandung lipida atau lemak. Archaebacteria hidup pada lingkungan yang ekstrim, seperti hidup di kadar garam tinggi (bakteri halofil), contohnya Halobacterium; bakteri yang hidup di lingkungan yang panas dan asam (bakteri termoasidofil) di daerah kawah vulkanik, dan bakteri yang menghasilkan biogas (bakteri metanogen) yaitu Methanobacterium.

Lanjut membaca “Bakteri”  »»