" Bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan diriku sendiri. "

Selasa, Februari 14, 2012

BIOTEKNOLOGI LINGKUNGAN

Bioteknologi adalah upaya pemanfaatan makhluk hidup dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah untuk menghasilkan produk atau jasa yang berguna bagi manusia.

Pemanfaatan Bioteknologi bagi kehidupan manusia dintaranya digunakan dalam bidang:
Pertanian
Kesehatan
Lingkungan
Peternakan

Bioteknologi lingkungan adalah bioteknologi yang penggunaannya banyak melibatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup manusia dan alam sekitarnya. Bioteknologi lingkungan dimanfaatkan untuk perbaikan lingkungan.

Contoh bioteknologi lingkungan :
1. BIOGAS
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob).
Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S.

Pembuatan Biogas
~ Biogas dibuat dengan memanfaatkan kotoran ternak, karena itu dapat mengurangi pencemaran oleh kotoran ternak, dan sisa-sisa biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk
~ Prinsip pembuatan biogas adalah adanya dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang sebagian besar adalah berupa gas metan (yang memiliki sifat mudah terbakar) dan karbon dioksida, gas inilah yang disebut biogas.



Bakteri yang membantu pembentukan biogas :
~ Bakteri fermentatif
~ Bakteri asetogenik
~ Bakteri metana

2. Cacing Tanah
Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta.
Di Indonesia, cacing tanah telah banyak diternakkan. Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di Jawa Barat khususnya Bandung-Sumedang dan sekitarnya.

Manfaat Cacing Tanah
~ Mengurangi pencemaran sampak organik
~ Menyuburkan Tanah
~ Memperbaiki aerasi dan struktur tanah
~ Meningkatkan ketersediaan air tanah
~ Makanan manusia

3. Mikroorganisme Pengolah Limbah
Mikroorganisme dapat dimanfaatkan oleh kalangan industri untuk mengolah limbah sebelum limbahnya dibuang ke lingkungan. Misalnya, industri yang limbahnya mengandung lemak dapat memanfaatkan mikroorganisme pencerna lemak sebelum membuang limbah ke sungai.
Proses pengolahan limbah dengan metode Biologi adalah metode yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis untuk menguraikan material yang terkandung di dalam air limbah.
Mikroorganisme yang digunakan umumnya bakteri aerob

Proses pengolahan air limbah
~Pengumpulan
~Pemilahan
~Pengaliran limbah
~Pengendapan
~Proses aerob
~Kucuran air
~Proses anaerob
~Sumber energi
~Pembuangan sampah Lanjut membaca “BIOTEKNOLOGI LINGKUNGAN”  »»

UJI KEMAMPUAN

1. Penderita penyakit osteoporosis, kemungkinan disebabkan kelebihan hormon ………..
a. Kalsitonin
b. Prolaktin
c. Parathormon
d. Kortikoid
e. Epineprin

2. Seorang murid menderita penyakit keturunan yang memiliki silsilah keluarga sebagai berikut.



Berdasarkan gambar silsilah di atas, penyakit tersebut disebabkan oleh …………..
a. Gen resesif pada autosom
b. Gen dominan pada autosom
c. Gen resesif pada kromosom X
d. Gen dominan pada kromosom X
e. Gen pada kromosom Y

3. Bagian buah mangga yang biasa dimakan merupakan perkembangan dari lapisan ………
a. Eksokarpium
b. Epikarpium
c. Endokarpium
d. Mesokarpium
e. Perikarpium

4. Hewan Crustacea mempunyai cirri antara lain .…
a. Kaki jalan berjumlah dua pasang
b. Tubuh terdiri atas kepala dan abdomen
c. Kepala dan dada tampak jelas
d. Rangka luar tersusun atas zat kitin
e. Antena satu pasang

5. Peranan mesin pencuci darah identik dengan fungsi bagian ginjal yang disebut ………..
a. Kapsul Bowman
b. Glomerulus
c. Lengkung Henle
d. Korteks
e. Medula

6. Hormon berikut yang dapat mengubah glikogen menjadi glukosa adalah …………
a. Adrenalin
b. Anti diuretik
c. Prolaktin
d. Insulin
e. Tiroksin

7. Jaringan penyimpan udara (aerenkim) pada tumbuhan banyak dijumpai pada jaringan ………..
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Pengangkut
e. Perisikel

8. Menurut teori evolusi, kera yang dianggap paling dekat hubungan kekerabatannya dengan manusia adalah ……
a. Lutung
b. Gibon
c. Gorila
d. Simpanse
e. Orangutan

9. Jaringan penguat pada tumbuhan dikotil yang sel-sel penyusunnya masih hidup adalah ………
a. Parenkim
b. Kolenkim
c. Sklerenkim
d. Xylem
e. Floem

10. Berikut adalah ciri-ciri primate, kecuali ……………
a. Mata menghadap ke depan
b. Ibu jari tangan dapat digerakkan ke segala arah
c. Kelenjar susu terdapat di dada
d. Memiliki rahim tipe dupleks
e. Tangan dan kaki memiliki lima jari.

11. Perkawinan antara kuda betina dan keledai jantan tidak dapat menghasilkan spesies baru, karena ……………
a. Hibrid yang dihasilkan fertile
b. Adanya isolasi reproduksi
c. Adanya isolasi perilaku
d. Hibrid yang dihasilkan steril
e. Hibrid yang dihasilkan letal

12. Teori evolusi Lamarck mengenai leher jerapah mengandung pengertian berikut, kecuali …………
a. Evolusi terjadi karena proses adaptasi organisme
b. Organ yang sering digunakan akan berkembang
c. Organ yang tidak digunakan akan menghilang
d. Nenek moyang jerapah ada yang berleher pendek dan berleher panjang
e. Makhluk hidup mengalami perubahan sesuai dengan perubahan lingkungan

13. Sel fagosit berperan penting dalam memangsa benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga organel yang paling banyak terdapat di dalam sel ini adalah …………..
a. Badan golgi
b. Retikulum endoplasma
c. Mitokondria
d. Lisosom
e. Ribosom

14. Cacing dengan bentuk tubuh seperti daun dan dilengkapi dengan alat isap ventral termasuk dalam kelas ………
a. Turbellaria
b. Trematoda
c. Cestoda
d. Nematoda
e. Polychaeta

15. Membran sel bersifat impermeable terhadap zat-zat berikut, kecuali ………
a. Pati
b. Polisakarida
c. Protein
d. Asam amino
e. Glikogen

16. Dalam proses pembentukan organisme transgenik, fragmen plasmid dan fragmen DNA akan membentuk ikatan …………..
a. Glikosida
b. Ion
c. Peptida
d. Disulfida
e. Hidrogen

17. Lima belas bersaudara kandung terdiri atas 5 wanita dan 10 pria. Kesepuluh pria pada keluarga tersebut mengalami kelainan pada salah satu anggota badannya, sedang ke-5 wanitanya normal. Kelainan tersebut disebabkan oleh faktor genetika akibat peristiwa………
a. Pindah silang
b. Pautan seks
c. Gagal berpisah
d. Epistatis
e. Kriptomeri

18. Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron pada wanita hamil dihasilkan oleh…………
a. Hipofisis
b. Korpus leteum
c. Korpus albikans
d. Hipofisis dan korpus albikans
e. Korpus leteum dan korpus albikans

19. Pada respirasi aerob, oksigen berperan pada proses …………….
a. Glikolisis
b. Pembentukan asetil CoA
c. Siklus Krebs
d. Sistem transport elektron
e. Pembentukan ATP

20. Hewan bersel satu berikut yang dapat digolongkan ke dalam satu kelas dengan Euglena adalah ………….
a. Stentor
b. Paramaecium
c. Trypanosoma
d. Plasmodium
e. Amoeba

21. Escherichia coli banyak digunakan dalam teknik rekayasa genetika, karena bakteri tersebut …….
a. Mempunyai plasmid
b. Mempunyai enzim
c. Mempunyai totipotensi tinggi
d. Dapat bersimbiosis dengan manusia
e. Berkembang biak secara cepat

22. Seorang wanita normal bersuami pria hemophilia. Anak perempuannya menikah dengan laki-laki normal, maka kemungkinan cucu yang lahir adalah ……………
a. 25% hemofili, 75% normal
b. 50% hemofili, 50% normal
c. 75% hemofili, 25% normal
d. 25% hemofili, 50% normal, 25% carier
e. 50% hemofili, 25% normal, 25% carier

23. Gen diekspresikan dalam bentuk senyawa ………
a. Karbohidrat
b. Lemak
c. Protein
d. Asam nukleat
e. Hormon

24. Pada gametogenesis, pindah silang terjadi pada fase ………………..
a. Telofase I
b. Telofase II
c. Profase I
d. Profase II
e. Interkinesis

25. Jaringan dasar yang berperan dalam regenerasi pembentukan tunas adalah …………………
a. Sklerenkim
b. Kolenkim
c. Parenkim
d. Meristem
e. Sklereid

26. Di dalam kelenjar ludah nyamuk Anopheles betina, Plasmodium vivax berada dalam stadium………
a. Gametosit
b. Ookinet
c. Sporozoit
d. Kriptozoit
e. Merozoit

27. Pasangan antara tubuh manusia berikut yang menghasilkan hormon antagonis adalah ………….
a. Anak ginjal – pankreas
b. Ginjal – anak ginjal
c. Paratiroid – pankreas
d. Paratiroid – tiroid
e. Ovarium – testis

28. Dalam daur hidup Angiospermae, sel mikrospora berkembang menjadi ………..
a. Buluh serbuk sari
b. Benang sari
c. Serbuk sari
d. Kotak sari
e. Kepala sari

29. Jika dalam urin seseorang terdapat glukosa sedangkan ia tidak menderita diabetes mellitus, maka kemungkinan terjadi kerusakan pada bagian ……………
a. Glomerulus
b. Kapsula Bowman
c. Tubulus Proksimal
d. Tubulus Distal
e. Lengkung Henle

30. Kemungkinan buta warna pada anak perempuan hasil perkawinan antara istri buta warna dan suami normal adalah …………
a. 0%
b. 25%
c. 50%
d. 75%
e. 100% Lanjut membaca “UJI KEMAMPUAN”  »»

KULTUR JARINGAN

Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

KEUNTUNGAN PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN
 Pengadaan bibit tidak tergantung musim
 Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat
 Bibit yang dihasilkan seragam
 Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu)
 Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
 proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan lainnya

Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan Media
2. Inisiasi
3. Sterilisasi
4. Multiplikasi
5. Pengakaran
6. Aklimatisasi

1. Pembuatan Media
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Media yang sudah jadi dapat ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
2. Inisiasi
Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
3. Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
4. Multiplikasi
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.
5. Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti: berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
6. Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan dengan memberikan sungkup untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit . Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Lanjut membaca “KULTUR JARINGAN”  »»

Sabtu, Juli 23, 2011

BUDIDAYA CABE BAKUL (Lada Katokkon)


Cabe merupakan komoditas sayuran utama yang sangat digemari orang Toraja, sampai-sampai hasil penanaman cabe di Toraja tidak mampu memenuhi kebutuhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya cabe yang didatangkan oleh pedagang dari luar Tana Toraja.
Dari berbagai jenis cabe yang diperdagangkan di Tana Toraja, ada satu jenis cabe yang menjadi pilihan utama yang dikenal dengan nama Lada Katokkon/kadokkon, dikatakan pilihan utama karena cabe lain baru akan dipilih kalau cabe ini sudah tidak tersedia lagi.
Cabe tersebut tergolong ke dalam cabe besar (Capsium annum L), bentuk buahnya pendek, gemuk dan tumpul, ukuran normalnya sepanjang 3-4 cm dan penampangnya selebar 2 – 3,5 cm mirip cabe paprika hanya ukurannya lebih kecil. Aromanya khas dan rasanya spesifik karena rasa pedasnya sangat terasa.
Buah yang muda berwarna hijau muda keungu-unguan sedangkan buah yang masak berwarna merah terang. kulit buahnya tebal dan bijinya tidak sebanyak biji cabe merah. Berdasarkan data yang ada cabe ini hanya tumbuh baik di dataran tinggi dan banyak di budidayakan di perbatasan Toraja yakni Enrekang. Harga cabe ini relatif stabil dan tidak terpengaruh dengan harga cabe lain sehingga baik diusahakan dalam skala agribisnis karena dapat memberi keuntungan yang relatif baik.
Tidak ada yang tahu persis kapan cabe ini mulai dikembangkan di Tana Toraja, ada kabar yang mengatakan bahwa cabe ini mulai dikenal sejak tentara Jepang menginjakkan kakinya di Tana Toraja. Namun yang pasti cabe tersebut sudah digolongkan ke dalam varietas cabe spesifik lokasi.

Cara menanam cabe Katokkon

 Pembibitan

Pembibitan dimulai dari memilih benih, mengeringkan buah, menyimpan buah, membuat pesemaian, menabur benih dan memelihara tumbuhnya buah sampai dengan saat bibit akan dipindahkan ke tempat penanaman.
a. Memilih benih
Cabe diperbanyak dengan bijinya, biji (benih) seharusnya dipilih dari buah yang masak pohon, tidak terserang penyakit, subur, kokoh dan berbuah banyak.
b. Mengeringkan benih
Buah cabe yang telah dipilih kemudian dikeringkan dengan cara :
- Buah cabe dilepas, diambil bijinya kemudian diangin-anginkan atau
- Buah cabe dikeringkan, setelah kering, biji dipisahkan.

 Pesemaian

Pesemaian dilakukan dengan cara membuat bedeng pesemaian, menyemai benih dan merawat benih, akan lebih baik bila benih yang sudah tumbuh setelah 15 hari disapih ke dalam polybag plastik yang berdiameter 5 cm, umur pindah tanaman yang baik adalah 30 – 45 hari setelah semai.

 Pengolahan Tanah

Sambil menunggu saatnya bibit dipindahkan untuk ditanam maka kita dapat mengolah tanah pada lahan yang akan ditanami dengan tujuan untuk menggemburkan tanah agar perakaran tanaman lebih baik. Setelah gembur, dibuat bedengan dengan lebar 1 – 1,5 m dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Pada musim hujan dianjurkan membuat parit dengan kedalaman 25 cm.

 Penanaman

Penanaman didahului dengan penyiapan lubang dengan jarak 50 x 80 cm. kemudian lubang diisi dengan pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 1 – 2 genggam.


 Penyulaman

Penyulaman cabe dapat dilakukan paling lama 2 (dua) minggu setelah tanam.

 Penyiangan

Dilakukan sesuai keadaan pertumbuhan gulma, tapi bila kita akan menghemat tenaga, penyiangan dapat juga menggunakan mulsa plastik hitam perak, penyiangan dimaksudkan pula untuk menggemburtkan tanah.

 Pemupukan

Pemupukan yang baik pada cabe ini adalah dengan menggunakan pupuk alam. Batasi penggunaan pupuk buatan terutama urea karena tanaman cabe akan peka terserang penyakit layu, disarankan menggunakan pupuk buatan TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 2,5 gram dan 5 gram per pohon.

 Hama/Penyakit

Hama yang sering menyerang cabe ini adalah kutu daun dan lalat buah, sedangkan penyakit yang menyerang biasanya penyakit busuk buah, busuk daun dan busuk akar. Penyakit tersebut dapat ditanggulangi dengan fungisida seperti Kocide 77.

Panen

Panen merupakan pekerjaan akhir yang dinanti-nantikan oleh penanamnya sebagai hasil jerih payahnya.
- Panen pertama cabe katokkon dilakukan setelah tanaman berumur 3 – 4 bulan setelah pindah tanam.
- Setelah panen pertama, maka panen berikutnya dapat dilakukan setiap 3 (tiga) hari sekali dan pemetikannya dapat berlangsung 8 – 10 bulan.

Berdasarkan pengalaman jumlah buah cabe katokkon dapat mencapai 100 – 150 buah/pohon selama masa hidupnya, setara dengan 0,8 – 1,2 Kg cabe. Lanjut membaca “BUDIDAYA CABE BAKUL (Lada Katokkon)”  »»

CABANG-CABANG BIOLOGI

Beberapa cabang-cabang ilmu biologi antara lain :

1. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
2. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
3. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
5. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
6. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
7. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
8. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
9. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang.
10. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
11. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
12. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
13. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
14. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
15. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
16. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
17. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
18. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
19. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
20. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
21. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
22. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
23. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
24. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
25. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
26. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
27. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
28. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organism
29. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
30. Fikologi, Ilmu yang mempelajari tentang alga
31. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
32. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
33. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
34. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
35. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
36. Apiari, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
37. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
38. Iktiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan
39. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia
40. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
41. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
42. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
43. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
44. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
45. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
46. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
47. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
48. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
49. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
50. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim Lanjut membaca “CABANG-CABANG BIOLOGI”  »»

BUDIDAYA TERONG BELANDA (TAMARILLO)


Tamarillo (Chypomandra Betaceasenat), tergolong buah-buahan daratan tinggi dan merupakan buah unggulan Kabupaten Tana Toraja, provinsi Sulawesi Selatan. Tanaman Tamarillo termasuk famili Solanacheae Genus Cy Phomandra dan Species Chypomandra Betaceae (Cavaniles) Sandtner. Jenis komoditi ini baik diusahakan secara monohulture ataupun tumpang sari. Komoditi ini mempunyai prospek pasar untuk mensuplai kebutuhan hotel. Sesungguhnya tanaman ini termasuk tanaman pekarangan dan baru dikembangkan sebatas welcome drink di Tana Toraja. Tamarillo dapat dikonsumsi dalam bentuk segar juice dan selai. Komoditas ini banyak disukai oleh turis mancanegara dan domestik, karena banyak mengandung Vitamin.

 Syarat Tumbuh
A. Tanah
Tumbuhan baik pada daerah ketinggian, gembur dan subur
B. Iklim
Tamarillo dapat tumbuh pada daerah ketinggian 800-2800 mdpl, dengan curah hujan rata-rata 155m dan suhu optimum 20oC.

 Pembibitan
Biji yang diambil sebagai bibit adalah dipilih dari buah yang sudah matang (masak) dan dijemur sampai kering kemudian disemai pada tempat yang sudah disiapkan dimana pesemaian terlebih dahulu dicampur dengan pasir dan pupuk kandang kemudian biji diatur dan diberikan pelindung sampai tanaman 2-3 hrlai, kemudian dipindahkan ke polybag. Setelah 2-3 bulan dapat dipindahkan ke lapangan.

 Penanaman
Terlebih dahulu dibuatkan lubang ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm +- 2 minggu sebelum ditanam, namun sebelumnya harus diberi pupuk kandang yang dicampur dengan tanah +- 20 kg/lubang. Jarak tanam yang dianjurkan untuk monochulture adalah 3 x 3 m dan untuk tanaman selah jarak tanamnya tergantung pada tanaman utamanya.

 Pemupukan
Pemupukan pada tanaman tamarillo disamping pupuk kandang juga pupuk buatan seperti Urea, TSP dan KCl khususnya pada tanaman yang sudah mulai berproduksi untuk mempercepat suplai unsur hara yang akan segera dibutuhkan tanaman. Pemberian pupuk kandang dan pupuk buatan disesuaikan dengan unsur tanaman dan akan dibutuhkan unsur hara yang diperlukan. Adapun perbandingan pemupukan dan waktu dosis pemberian pupuk sebagai berikut :


 Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman tamarillo adalah bekicot dan anjing tanah (cryllotalpha africana pal) dapat dikendalikan dengan Furadan 36 dan Thiodan Ec dengan dosis 2 kg/ha atau 2 lt/ha. Penyakit yang sering merusak tanaman tamarilllo adalah penyakit layu terutama tanaman yang masih muda dan dapat dikendalikan dengan Dithane M45.

 Panen
Buah Tamrillo dipanen atau berproduksi setelah berumur 1,5 tahun dari pendederan dilapangan dan tanaman ini dapat berproduksi sepanjang tahun dengan produksi rata-rata 500-100 buah/pohon /tahun dengan produksi rata-rata Ton/Ha.

 Pasca Panen
Buah Tamarillo dipetik pada waktu matang betul dan buah berwarna kemerah-merahan. Buah yang sudah dipetik kemudian dimasukkan kedalam keranjang yang berventilasi lalu siap dipasarkan.

 Manfaat
Manfaat buah tamarillo yang sudah dimasak dapat sebagai bahan makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi secara langsung atau setelah diproses sebagai juice atau selai dari sari buah dan baik sebagai sajian pada waktu acara tertentu, misalnya hari chutney dan sambal. Tamarillo juga dapat digunakan sebagai campuran es krim, sandwich filleng, diblender dengan krim keju untuk digunakan sebagai olesan sandwich (Sandwich speed), salad, makanan pencuci mulut (dewserts), pudding dimasak dengan appel untuk dibuat juice, jellu sebagai campuran rasa bagi hidangan dari daging, puree dan berpotensi untuk dikonsumsikan dengan produk susu seperti Yogurt juga Tamarillo dapat diolah menjadi buah kaleng (canned).

 Kegunaan
Selain memiliki rasa aroma yang khas, buah Tamarillo mengandung unsur nutrient yang cukup seperti Vitamin A, B, C dan E, Mineral (khususnya kalsium, besi dan phosfor). Tamarillo juga mengandung serat yang cukup tinggi sehingga berguna bagi pengidap kolesterol. Memiliki khasiat obat (medical Pro Perties) seperti meredahkan gangguan pernafasan (allefiating res piratony diseases) dan melawan amelia (combating amelia). Selain itu dapat menguatkan sistem inmusnologi (immunological system), penglihatan (vision) serta bekerja sebagai komponen anti oksida (anti oxidation component). Tamarillo juga merupakan sumber protein yang baik.

Nilai Natrium Buah Tamarillo per 100gr dari bagian yang dimakan
Lanjut membaca “BUDIDAYA TERONG BELANDA (TAMARILLO)”  »»

Rabu, Juni 30, 2010

Laporan Praktikum Sediaan Segar ( Mangifera Indica )

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Setiap jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.
Secara struktural, tubuh tumbuhan sama dengan tubuh hewan, yaitu tersusun oleh berbagai jaringan dan organ yang saling mendukung untuk melangsungkan fungsi dan aktivitas hidup.
Jaringan yaitu sekumpulan sel yang mempunyai bentuk, fungsi, dan sifat-sifat yang sama. Jaringan-jaringan akan menyusun diri menjadi suatu pola yang jelas di seluruh bagian tumbuhan. Misalnya jaringan-jaringan yang berfungsi dalam pengangkutan air dan makanan akan membentuk suatu sistem pembuluh pengangkutan. Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ tumbuhan yaitu organ akar, organ batang maupun daun.
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku atau nodus batang, dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axial).
Pembuatan sediaan irisan (section preparation) ditujukan pada obyek-obyek yang besar dan tebal baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan, supaya jaringan dan sel-selnya dapat dilihat di bawah mikroskop, sehingga perlu ditipiskan dengan jalan diiris-iris menjadi bagian yang kecil dan tipis. Beberapa bahan seperti ranting-ranting kecil, ujung batang yang masih mudah, dapat dipotong atau diiris menjadi bagian-bagian yang cukup tipis dengan mempergunakan pisau cukur atau silet. Bahan-bahan yang tidak begitu kuat seperti daun, akar agar dapat dipotong tipis harus ditunjang dengan gabus, paraffin atau bahan lain.

B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pembuatan sediaan segar

2. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk :
• Mengetahui jenis – jenis sediaan untuk pengamatan mikroskopis.
• Mengetahui cara – cara pembuatan sediaan segar.
• Mengetahui secara garis besar dasar – dasar mikroteknik.
3. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan :
Hari / Tanggal : Jumat, 18 Juni 2010
Tempat : Laboratorium Biologi STKIP – PI Makassar


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Epidermis pada tumbuhan merupakan jaringan penyusun tubuh yang paling luar, umumnya terdiri dari selapis sel saja dengan dinding sel berlapis kutikula menghadap ke udara. Untuk mencegah penguapan air yang terlalu besar kadang – kadang masih terdapat lapisan lilin atau rambut epidermis disebut juga dengan jaringan pelindung. Diantara epidermis terdapat alat tambahan yang disebut derivat epidermis, berupa rambut daun, stomata dan sel kapas ( Pramesti, 2000 ).
Jaringan epidermis, terletak pada permukaan akar, daun dan batang. Epidermis dilapisi zat lemak yaitu kutikula dan kitin.
1. Jaringan parenikm dan kolenkim, parenkim atau jaringan dasar fungsinya memperkuat kedudukan jaringan – jaringan lain. Jaringan ini terdapat di seluruh tumbuhan.
2. Sklerenkim, merupakan kumpulan dari sel – sel.
3. Jaringan meristem, yaitu sekelompok sel – sel yang aktif membelah dan memperbanyak diri.
4. Jaringan pengangkut berfungsi untuk mengantarkan dan menyebarkan suatu zat makanan yang diperlukan sel tubuh. ( Winarto, 1981 ).

Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula. (Estiti, 1995).

Fungsi daun antara lain :
• Tempat terjadinya fotosintesis. pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
• Sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi.
• Tempat terjadinya transpirasi.
• Tempat terjadinya gutasi.
• Alat perkembangbiakkan vegetatif. (Lakitan, 1993)
Daun biasanya tersusun oleh berbagai macam jaringan sebagai berikut
• Jaringan pelindung (epidermis atas, epidermis bawah, dan derivatnya).
• Jaringan dasar ( mesofil)
• Jaringan pengangkut
• Jaringan penguat
• Jaringan sekretori
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
Bagian helai daun adalah mesofil yang banyak mengandung kloroplas dan ruang antarsel. Mesofil dapat bersifat homogeny atau terbagi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons (bunga karang). Jaringan tiang lebih kompak daripada jaringan spons yang memiliki ruang antar sel yang luas. Jaringan tiang terdiri dari sejumlah sel yang memanjang tegak lurus terhadap permukaan helai daun. Meskipun jaringan tiang Nampak lebih rapat, sisi panjang selnya saling terpisah sehingga udara dalam ruang antar sel tetap mencapai sisi panjang; kloroplas pada sitoplasma melekat di tepi dinding sel itu. Hal tersebut mengakibatkan proses fotointesis dapat berlangsung efisien.
3. Jaringan pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.
Sistem jaringan pembuluh tersebar diseluruh helai daun dan dengan demikian menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jaringan pembuluh membentuk system yang saling berkaitan, dan terletak dalam bidang median, sejajar dengan permukaan daun. Berkas pembuluh dalam daun biasanya disebut tulang daun dan sistemnya adalah sisntem pertulangan daun. Tampak adanya dua macam pola yakni system tulang daun jala dan system tulang daun sejajar. System tulang jala merupakan system bercabang. Pada system ini, tulang daun lebih halus, secara bertahap dibentuk sebagai cabang dari tulang daun yang lebih tebal. Tulang daun tengah (ibu tulang daun atau costa) merupakan tulang daun paling tebal dan secara berturut-turut menghasilkan cabang tingkat satu, dua dan seterusnya.
4. Jaringan sekretoris
Pada tumbuhan tertentu terdapat sel – sel khusus, misalnya saluran getah, sel – sel kristal, dan kelenjar, yang umumnya terdapat pada mesofil daun.

Pada prinsipnya ada dua macam irisan berdasarkan bidang pemotongan, yaitu:
1. Irisan melintang (cross section,biasanya disingkat c.s atau x.s) adalah irisan dengan arah tegak lurus sumbu horizontal dari objek.
2. Irisan membujur (longitudinal section,biasanya disingkat l.s) adalah irisan sejajar dengan sumbu horizontal dari objek.


BAB III
ALAT, BAHAN, DAN METODE KERJA
A. Alat
1. Gelas objek dan gelas penutup
2. Pisau silet / kakter
3. Pipet tetes
4. Mikroskop

B. Bahan
1. Air
2. Daun mangga ( Mangifera indica )

C. Metode Kerja
1. Ambil daun yang akan dibuat irisannya. Potonglah menjadi bagian – bagian kecil.
2. Buatlah beberapa irisan agar dapat dipilih yang terbaik.
3. Letakkan irisan pada gelas objek yang telah diberi setetes air sebagai medium.
4. Letakkan gelas penutup dengan perlahan – lahan sehingga gelas penutup menutupi medium. Harus dijaga agar tidak terbentuk gelembung udara di bawah gelas penutup.
5. Periksa sediaan yang dibuat di bawah mikroskop lalu gambarkan hasilnya di buku penuntun.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan
Hasil dari penampang melintang daun mangga ( Mangifera indica ) yang dipotong melintang tampak adanya seperti susunan batu bata, berwarna hijau. Untuk mengamatinya praktikan harus mengiris daun mangga ( Mangifera indica ) secara melintang dan tipis sehingga preparat dapat ditembus cahaya dan terlihat jelas melalui mikroskop binokuler.
Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Yang berisi jaringan yang berfungsi sebagai sistem transportasi bahan dan hasil fotosintesis. Berdasarkan zat yang diangkutnya, terdapat 2 macam jaringan, yaitu xilem dan floem. Xilem atau pembuluh kayu adalah jaringan kompleks yang terdiri atas beberapa tipe sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kayu. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke bagian lain tumbuhan. Adapun Floem atau pembuluh tapis merupakan jaringan yang tersusun oleh sel-sel hidup dengan tipe yang berbeda. floem yang mengangkut ke zat hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Kedua macam jaringan ini disusun oleh beberapa macam bentuk sel. Xilem tersusun oleh parenkim xilem, serabut xilem, trakeid, dan unsur pembuluh. Floem tersusun oleh parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring (hanya terdapat pada Angiospermae ).
Pada tumbuhan dikotil contohnya pada mangga ( Mangifera indica ) memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala.
Bahan yang digunakan adalah sediaan segar.

BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Pada prinsipnya ada dua macam irisan berdasarkan bidang pemotongan, yaitu:
• Irisan melintang (cross section,biasanya disingkat c.s atau x.s) adalah irisan dengan arah tegak lurus sumbu horizontal dari objek.
• Irisan membujur (longitudinal section,biasanya disingkat l.s) adalah irisan sejajar dengan sumbu horizontal dari objek.
2. Daun tersusun oleh berbagai macam jaringan sebagai berikut ; jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan pengangkut, jaringan penguat, jaringan sekretori.
3. Hasil dari penampang melintang daun mangga ( Mangifera indica ) yang dipotong melintang tampak adanya seperti susunan batu bata, dan berkas pengangkut membentuk susunan seperti jaring atau jala.
B. Saran
Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum ini diharapkan penambahan jumlah mikroskop, sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. Selain itu kerja sama antara dosen dengan praktikan harus ditingkatkan, terutama dalam membimbing praktikan agar praktikan dapat dengan benar dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Estiti B. Hidayat. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung. ITB. Bandung.
Lakitan, B., 1993, Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.
Pratiwi, D. A. 2006. Biologi SMA Jilid 2 Untuk Kelas XI. Erlangga. Jakarta.
Winarto, L. M. 1981. Penuntun Pelajaran Biologi. Ganeca Exack. Bandung. Lanjut membaca “Laporan Praktikum Sediaan Segar ( Mangifera Indica )”  »»